Kira menatap gadis bersurai panjang di hadapannya. Jika biasanya Kira akan mendapat binar semangat dari sahabatnya itu, akhir-akhir ini, Kira justru mendapati wajah sembab dan sorot sayu. Jujur saja, ia sangat mencemaskan keadaan Rara. Entah apa yang sudah terjadi di hidup sahabatnya itu akhir-akhir ini yang bisa mengubah gadis periang dan bersemangat menjadi seperti ini. “Gue sudah ngirim pesan ke Kak Aidan,” ujar Kira menenangkan setelah menekan tombol kirim di aplikasi. “Sebentar lagi dia jemput lo. Gue keluar dulu.” Kira melangkahkan kakinya keluar UKS setelah mengatakan apa yang ingin dia katakan. Gadis berkacamata itu berhenti di depan UKS. Matanya kini lurus menatap dua orang laki-laki yang sejak tadi berada di sana, berdiam diri tanpa bersusah payah memulai obrolan basa-basi. “K

