BAB 25(b)

1539 Kata

Kenzo mencoba meredam debaran jantungnya yang menggila. Setelah bergelut dengan egonya, di sinilah Kenzo sekarang. Ia menekan bel rumah Rara dengan tangan bergetar. Kenzo berani bertaruh jika ada yang melihatnya gugup seperti ini, ia pasti akan dijadikan bahan lelucon. Pintu itu terbuka dengan menampakkan wajah dingin Aidan. Kenzo menelan salivanya dengan susah payah. Kakak Rara yang satu itu memang memiliki bakat istimewa dalam mengintimidasi seseorang. Kenzo yang biasanya arogan saja, dibuat tak berkutik di hadapannya yang bahkan belum mengatakan sepatah kata pun. Tangan Kenzo bergetar hingga tanpa sengaja menggenggam terlalu kuat keranjang buah yang dibawanya. "Saya ingin menjenguk Rara yang katanya sakit." Kenzo mengatakannya dengan susah payah karena tenggorokannya tiba-tiba kering.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN