BAB 25(c)

1031 Kata

Kenzo menghela napas panjang setelah menutup pintu kamar Rara. Entah apa yang sedang ia rasakan sekarang, Kenzo sendiri pun bingung. Yang pasti, baru pertama kali ini ia merasa kecewa karena ada orang yang menolaknya. Biasanya, orang-orang yang akan dengan senang hati mendekatinya, menuruti semua keinginannya. "So, bagaimana rasanya diusir?" Sungguh, Kenzo ingin sekali meninju wajah menyebalkan dan senyum miring yang ditunjukkan Aidan saat ini. Kakak kedua Rara itu memang terlihat tidak menyukainya sejak awal. Kenzo tidak menampik bahwa hubungannya dengan Rara selama ini memang tidak baik. Tidak heran jika seluruh anggota keluarga Rara juga ikut membencinya karena itu. "Sepertinya Kakak sedang tidak ada kerjaan hingga waktunya digunakan untuk menguping pembicaraan orang lain." Meski diu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN