Persimpangan Jalan (20)

2028 Kata

Pukul 16.00 WIB. Harist sudah sampai di taman dekat persimpangan, sengaja dia buru-buru untuk sampai lebih dulu, dia yakin jam segini Aara masih sibuk dengan pekerjaannya, dan dia bisa memberi kejutan. Laki-laki itu melewati beberapa stand makanan yang ternyata masih tutup, sedikit kecewa, namun bukan hal yang besar, dia bisa kembali lagi dan memesan makanan jika Aara datang. Harist masih terus melangkah, namun betapa terkejutnya laki-laki itu ketika sampai di bangku taman. Dia melihat seorang perempuan sedang duduk disana, menatap jalanan dengan tatapan kosong. “Naomi,” Ucap Harist spontan ketika perempuan itu menoleh kearahnya. “Harist,” perempuan itu berdiri dan menghadap Harist. Ditatapnya laki-laki itu dengan cukup dalam, seolah rindu oleh mata teduhnya. “Apa yang kamu lakukan d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN