Persimpangan Jalan (19)

1948 Kata

Dengan rasa takut, Naomi duduk dibangku yang dulu sering dia tempati dengan Harist. Menatap jalanan dan menikmati udara taman itu. Taman yang sangat dekat dengan komplek perumahan Harist. Taman dekat persimpangan. Tempat bersejarah baginya dan Harist, karena pertama kali mereka bertemu secara tidak sengaja disana. Saat itu Naomi kebingungan cari kerja, tapi berkat Harist, perempuan itu bisa bekerja di perusahaan besar dan menjadi tolak ukur ketika dia melamar pekerjaan lain. Perempuan itu menghembuskan nafasnya kasar, sudah dua jam dia berada disana. Namun laki-laki yang takut dia temui tapi sangat dirindukannya itu belum juga datang untuk mengunjungi taman. “Sepertinya memang taman ini hanya menjadi masa lalu dalam hidupmu ya.” Ucap Naomi sembari menatap kosong jalanan. “Atau mungkin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN