Aara dan Harist sampai di rumah sakit, mereka melihat Emraan mulai bisa berjalan. "Perkembangan yang pesat sekali." Ucap Harist melihat temannya itu sedang dipapah oleh ibunya. Hanya hitungan hari laki-laki itu pulih dengan luka yang sangat parah, yang seolah tidak bisa diselamatkan. Takdir tuhan tidak ada yang tau, jodoh dan umur; bahkan orang yang sehat bugar saja bisa tiba-tiba meninggal, dan orang yang sakit parah dapat diberi umur panjang melewati hidup. Sudah memang sewajibnya untuk terus beribadah, karena tidak tau kapan akan diambil dan meninggalkan kehidupan ini. "Masya Allah." Sahut Aara kagum melihat semangat Emraan untuk segera pulih. "Eh hai, kalian udah lama datengnya?" Tanya Emraan selesai belajar jalan dan kembali ke tempat tidurnya. "Nggak, barusan aja. Gimana kondisi

