Persimpangan Jalan (50)

4509 Kata

Harist terkejut ketika perempuan disampingnya dengan tiba-tiba tertawa sangat keras. “Raa, kamu ini kenapa? Kaget nih.” Ucapnya sembari memantau beberapa orang sedang mendekor rumah Aara. Sedangkan Aara tertawa ketika memutar kembali voice note yang dikirimkan oleh Livy. Dia mendengarkan perjanjian kocak yang dibuat oleh Livy dan Devan. “Maaf ya Ra, aku nggak bisa kerja lagi ditempatmu. Si Devan masukin aku ke kandang macan lagi.” Ucapnya di voice note kedua. Aara kembali tertawa terbahak-bahak, lucu membayangkan Devan dan Livy. “Kamu itu kenapa heh?” Harist memastikan lagi apa yang terjadi dengan calon tunangannya itu. Sejak tadi perempuan itu menempelkan ponselnya ditelinga dan setelah itu tertawa terbahak-bahak. “Aku mau kasih tau kamu.” Ucap Aara mendekatkan ponselnya ditelinga l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN