“Mbak Sarah yakin nggak mau ikut, Raa?” tanya Harist ketika melihat Aara masuk ke dalam mobil, dan tanpa Sarah. Mereka hendak pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Emraan. Aara menggeleng, “Aneh juga sih, padahal waktu cerita Mbak keliatan kuatir banget, eh sekarang malah nggak mau ikut.” Ucap Aara. “Dan, Mbak juga minta supaya kita nggak cerita kalo dia yang nolongin Emraan.” Tambahnya mengingat pesan dari Sarah sebelum berangkat. “Ya? Aneh banget.” Harist merasa ada sesuatu. “Apa Mbak Sarah belakangan ini bertemu dengan seseorang?” tanyanya mulai menyelidiki. “Maksudnya?” tanya Aara. Harist menimang lagi pertanyaannya, mana mungkin dia berprasangka buruk pada calon kakak iparnya sendiri, dia juga tau bagaimana Sarah yang sebenarnya. Mungkin saja perempuan itu memang tidak mau bertemu

