Persimpangan Jalan (48)

2046 Kata

“Baik Pak, secepatnya akan kami kabari. Senang bisa bertemu langsung dengan Pak Harist.” Ucap seorang pria paruh baya sembari menjabat tangan Harist. Mereka sedang berada disebuah perusahaan yang akan menjadi client Harist nantinya, setelah meeting, mereka menuju restoran untuk makan, karena rencana sebelumnya dirubah, mereka tidak jadi makan dulu, namun langsung pergi untuk meeting. Setelah keluar dari perusahaan tersebut, Harist yang sedang menyetir pun mengalihkan pandangannya ke Aara. “Kamu tau, Pak Ido tadi, dia merintis usahanya dari nol, sejak dia masih muda. Tapi usahanya berkembang pesat saat dia sudah berumur sekarang. dulu dia sering kali jatuh, namun dasarnya orang yang gigih dan pantang menyerah, dia bangkit lagi, jatuh lagi, bangkit lagi, sampai akhirnya berada dititik sek

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN