"Kamu mulai berani, ya? Udah deh, aku mending bilang ke Arya buat ceraikan kamu!" Dela kembali ke sofa dan langsung mengambil ponselnya. Dia mulai menggulir layar kemudian menekan tombol pengeras suara. Tak lama berselang terdengar suara sapaan dari Arya. Nadira terbelalak karena tidak menyangka sang mertua benar-benar melakukan apa yang dia ucapkan. Mata Nadira langsung basah. Perempuan itu terus menggeleng agar sang ibu tidak benar-benar meminta Arya untuk menceraikannya. Dela tersenyum penuh kemenangan ketika mengakhiri sambungan telepon. "Mama maafkan kamu kali ini! Lain kali jangan banyak tingkah!" Dela kembali meletakkan ponselnya ke atas meja. Rasa sesak kini memenuhi d**a Nadira. Dia tak sadar sudah dibutakan oleh cinta sehingga membuat dirinya kehilangan akal sehat. Bahkan dia

