bc

Antara Tasbih dan Rosario

book_age12+
18
IKUTI
1K
BACA
sweet
like
intro-logo
Uraian

Biarkanlah aku mencintaimu, dengan caraku. Tak ingin memaksamu menjadi milikku, apalagi merebutmu dari Tuhanmu. Definisi jarak jauh yang sesungguhnya, adalah kamu

chap-preview
Pratinjau gratis
Aku mencintaimu, tapi tak ingin memaksamu menjadi milikku, apalagi menghianati kepercayaanmu.
[ Mas, Vie meninggal dalam pelayanannya di NTT, beberapa minggu yang lalu,karna malaria. Genduk baru dapat kabarnya sore ini, dari salah seorang teman kami yang dulu satu gereja dengannya,] Runtuh duniaku, membaca pesan yang dikirimkan adikku, melalui ponsel dengan tombol qwerty dan bersimbol tiga huruf B warna hitam yang baru kumiliki beberapa hari itu. Sesak memenuhi rongga d**a, nyeri luar biasa, hingga menciptakan rasa panas pada mata dan mengembun dengan sendirinya. Masih sempat membalas, memastikan kebenaran berita itu, meski mata telah mengabur dan tangan bergetar hebat.Berharap hanya gurauan, tapi nalarku berkata, tak mungkin adikku menjadikan nyawa seseorang sebagai bahan candaan.Namun, semakin tak ingin percaya, ketika adikku mengirimkan sebuah foto karangan bunga, ucapan bela sungkawa atas namanya, disertai gambar wajahnya dan bertuliskan namanya dengan gelar kesusterannya Telah berpulang dalam Damai Kristus 'Sr. Victoria P.R OSF' ..... Begitu yang tertulis pada lembaran berita duka itu. ..... Victoria Putri Rosary, gadis periang yang ku kenal sedari dia berusia 8 tahun, tumbuh bersama dengan adik perempuanku yang usianya hanya selisih hitungan hari. Dan tinggal berjarak beberapa rumah dari tempat tinggalku. Ikut mengamati pertumbuhannya, karna hari-harinya dihabiskan hampir setiap saat bersama Ahlia,adikku.Yang ku jaga sama sepertiku menjaga Ahlia. Yang kusayangi dengan cara sama pada Ahlia. Namun sejak gadis itu beranjak dewasa. Tanpa sadar, rasa sayang itu bermetamorfosa menjadi layaknya pria mengagumi lawan jenisnya, mengaguminya bukan hanya secara fisik, namun juga hatinya.Terpesona pada setiap gemulainya. Menghawatirkannya hampir setiap waktu dan ingin melihat sosoknya setiap saat. Masih ku ingat, saat itu, suatu sore ditanggal 24 Desember. Dia yang mengenakan dress warna biru dengan motif polkadot kecil dan ada pita di bagian dadanya, seperti dasi dan memakai bandana warna senada, juga sepatu flat warna hitam model balerina. Mampir ke gubukku, untuk pamitan pada adikku. Saat itu dia terlihat manis sekali, lain dari biasanya. Kulihat, ada polesan tipis warna pink dibibirnya, membuat dia terlihat lebih dewasa. Jantungku berdegup cepat dan tiba-tiba aku merasa gugup dan salah tingkah. "Li, aku ke Gereja sekarang, jadi besok aku longgar. Kita ke persewaan buku ya," Ucapnya pada Genduk. Lalu melambaikan tangan dan tersenyum padaku. Sejak hari itulah, dia bukan lagi anak kecil dimataku. Allahu, mungkin inilah caraMu mengakhiri cerita dalam sujudku, tentangnya. Mungkin inilah caraMu, menyelesaikan kisah yang tak pernah kami mulai. Aku yang bercerita dalam sujudku, dan dia dengan Doa Novenanya. "Mas Alif ... kalau suatu saat mas pulang dan mendapati Vie sudah jadi sosok yang berbeda. Apapun kondisinya, inget Vie dalam doa ya, mas." Masih kuingat perkataannya kala itu, ketika aku pulang dari kota nan jauh dari kampung halaman, tempatku mengais rejeki hingga sekarang ini. "Berdoa itu, gak harus pakai bahasa yang indah, mas. Pakai bahasa kaya' kita ngomong sehari-hari, juga, Tuhan ngerti kok. Kaya' kalau mas Alif ngomong sama aku dan Genduk itu, lho, mas." Satu persatu ingatan tentang perkataannya yang mengingatkanku tentang doa atau mengajariku cara berkomunikasi dengan Allah ketika itu, perlahan saling bermunculan, seperti sebuah foto dalam mode slide show.Membuatku semakin merasa kehilangan. Ku gelar sajadahku, menunaikan akhir ibadah wajibku,hari ini, dilima waktu yang DIA perintahkan.Dalam akhir sholatku, kuselipkan curahan patah hati, rasa kehilangan, juga doa terbaik untuknya. Kubiarkan air mata menjadi sasaran melegakan hati, sejenak. Sesudahnya aku tak ingin larut meratapinya. [ Dimakamkan dimana,dek ? ] Ku putuskan membalas pesannya, setelah bisa menguasai perasaanku, meskipun tak benar-benar menyimak jawabannya. Ku amati lagi foto yang dikirim adikku beberapa saat lalu, melalui aplikasi percakapan berwarna biru dengan beberapa titik membentuk huruf B. Mengamati wajah terakhirnya, yang terlihat semakin cantik dengan kerudung ala Biarawati itu. Lalu menghapusnya dan meletakkan ponselku di meja. Kemudian kulepas sarungku, dan menggantinya dengan celana cargo yang bisa dibongkar pasang resletingnya di lutut, satu-satunya celana yang kuanggap paling keren pada masanya. Keluar dari kamar, menutupnya dengan rapat tanpa menguncinya. Lalu, berjalan menuju bilik penarikan uang yang tak jauh dari kostku. Memastikan jumlah yang terisi dan menimang sebuah keputusan. Vie, tunggu aku ...

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
41.5K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
190.2K
bc

TERNODA

read
199.6K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
15.9K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.5K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.8K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
73.5K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook