Chapter 5

667 Kata
Aku diam selama aku masih berdiri didepan tuh cowok sambil melihat yang gak tau apa yang sedangku lihat. "Kamu gak papa?" Dia mengulang kata-katanya sambil melambai-lambaikan tangannya ke depan mukaku. "Hei, kamu" Panggil dia, "Eh," Kejutku. Mungkin saat itu aku kayak patung kali ya? sampai-sampai telingaku gak dengar dia bicara. Tadinya aku belum nyadar dari lamunanku meski aku udah sempet kaget tadi. Ternyata aku masih melamun yang gak tau apa yang kulamunin, tiba-tiba ada angin menerpa-nerpa di mukaku membuatku langsung menyadari, Ahsiial! Aku langsung geser, angin aneh yang barusan di muka ternyata Dia yang meniup-niup mukaku, Busett! Tadi nyawa aku kemana coba? Aku sedikit menoleh lagi ke dia, tiba-tiba dia tersenyum, Demi dewa! Itu muka Beneran ganteng, baru kali ini aku mengakui muka sesama cowok yang duper super ganteng kayak dia. Mungkin wajahku saat itu terlihat merah atau apalah aku gak tau, tapi yang pasti saat aku melihat mata tuh cowok, kayak gimana gitu melihatku. Et, tunggu! Tapi ada yang aneh deh, apa dasarnya aku yang gak mau kenal dan dekat sama para cowok di sekolah? Perasaan kenapa aku baru lihat dia ya? apa mungkin dia anak baru? Ah, masa bodo' lah. "Em ... aku tinggal dulu yah" pamitku, Jari tangan kiriku menunjuk ke arah kantin sedangkan tangan kananku garuk-garuk kepala walaupun gak gatal. Dia lagi-lagi tersenyum yang aku sendiri gak tau dia senyumin apaan, apa ada yang aneh sama tubuhku? Apa jangan-jangan dia paham aku bukan Cewek tulen? Aihh, paranoidku kambuh level bon cabe! Siyaaal! Entah mengapa senyuman dia Membuatku makin gugup, akhirnya aku langsung melangkah pergi begitu aja tanpa pedulikan dia lagi, meski sebenarnya aku dengar dia kayak memanggil-manggilku. "Hei, Kamu," Aku samasekali tak menoleh dan tak aku pedulikan. __ Setibanya di Kantin, aku buru-buru raih air mineral di lemari pendingin, Entah kenapa tiba-tiba merasa keringat dingin mengucur dari kening merembes ke dahi, Sampai-sampai air mineral di botol sebanyak 600 Ml yang biasanya ku minum selama dua sampai tiga kali abis, sekarang langsung abis! "Huaaah!" Getaran tubuh yang menggilakan jiwa! Apa jiwa yang gila menggetarkan tubuh? Tuh kan aku jadi ngawur gak jelas ... ! Satu botol air mineral udah abisku minum, Aku baru menyadari di kantongku kosong melompong gak kebawa duit di tas, Siyaaal! "Bu, aku ambil uangku dulu di kelas ya" Pamitku pada penjual di kantin. Cepat-cepatku melangkah lagi menuju kelas. Saat aku masih berjalan di Koridor, Tiba-tiba ada yang meraih lenganku dari arah kiri. "Eh Hei Cha," Kejutku, saat tiba-tiba Dia mencengkram kuat lenganku lalu menarikku ke suatu arah bersama teman-teman dia. "Cha, ada apaan aw, sakit Cha lenganku aw" Rintihku. "Diem loe bawel!" Pekik dia selama tanganku masih di cengkram kuat dengan tangan lembutnya. Iya, tangan dia memang lembut khas cewek yang terawat, tapi saat mencengkram lenganku Bujuh buseeet ... ! bahkan kuku cantik dia seakan menusuk lenganku. Rasanya alamak ... Sakit bukan main, Men! __ Dia dan para teman-temannya yang dikenal dengan istilah/sebutan Geng ala-ala anak SMP yang trend pada jaman itu membawaku ke arah toilet, setibanya di sana aku langsung di lempar ke arah dinding. Gubrak! "Awwh," Sedikit rintihku, saat bahuku terhempas kuat di dinding itu. Alamak .... kasar sekali dia? Aku diam sembari mengusap-usap lenganku yang memerah akibat cengkraman dia tadi, sedangkan dia melangkah semakin mendekat padaku. Paras cantik penuh pesona yang biasanya ku lihat sangat sangat indah di mataku, kini tiba-tiba sangat mengerikan kayak Monster! Tapi ... Ada apa ya kira-kira, dia tiba-tiba membawaku kesini? ___ Catatan pengarang: Apabila menemukan kalimat double maupun ada kalimat yang di ubah seperti kata S I A L menjadi Siyal ataupun semacamnya, itu bukanlah Typo ya. Melainkan saya sengajakan tulis Double dan menggantinya untuk menghindari sensor sistem. Maaf, sejujurnya saya pribadi kurang nyaman bila ada kalimat yang tersensor bukan dari saya sendiri yang nyensor. Teruntuk pendapat kalian tentang sensor-menyensor ini ... itu 100% hak kalian dalam menyikapinya ya. Terima kasih. Bacaan ini bacaan santai untuk hiburan belaka, Authornya tidak mengejar target seperti kebanyakan author Kontrak. So ... jangan lupa tap Love untuk sekedar penyemangat penulisnya ya ... sekali lagi terima kasih.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN