Chapter 15

1204 Kata
21+ _____ Lalu ... Tanganku di bekuk ke arah belakang sama satu orang, sementara Cowok gede itu langsung menjambak rambutku sampek kepalaku mendongak ke atas dan posisi tubuhku melutut tepat didepan bagian anunya dia, aku ditariknya kuat semakin mendekat tubuhnya lalu dia menyodorkan Kontolnya yang nongol dari celana, Ngaceng tegak warnanya coklat item berurat. Mirip-mirip kayak kontolnya n***o tapi gak sepanjang punya n***o, keliatan gede dan panjang banget plus jembutnya lebat betul. Kont0l jumbo berotot dan keras itupun langsung di arahkan ke mulutku mau dia masukin ke mulutku, akupun sigap langsung mingkem jadinya meleset, batang kont0l jumbo menempel ke pipi sebelah hidungku hampir menyodok mata kiriku. "Cepat buka mulut kau neng!" Tuh cowok maksa banget nyuruh aku nyepongin kontolnya. Akupun mengerutkan kening bener-bener nolak yang dia inginkan bahkan aku mempertahankan mulutku agar tetep mingkem. Rambut panjangku semakin dia jambak kuat sampek aku rada' menegakkan tubuhku masih di posisi melutut dan mempertahan mulutku mingkem. Mataku merem saat di jambak sambilku mengerak-gerakkan tubuh. Sekuat apapun rontaku aku gak bisa berkutik. Sumpah, rasanya sakiiiittt banget rambutku di jambak kayak begini, aku pun tak kuasa lagi menahan sakit berakhir ku teriak "ARRGGHHHH" Saat mulutku terbuka "Huph" Itu kont0l jumbo langsung disumpelkan ke mulutku, tuh cowok mendorong dan menarik maju-mundur secara paksa. "AAHHH ... AAAHH ... NENG ... OHHHH" Rambutku masih di jambak sambil di tekan-tarik maju mundur. Saking kuatnya dia tekan tuh kont0l, mataku melotot pipiku memerah aku kelabakan rasanya kayak nyumbat kerongkongan. Aku bener-bener kesusahan napas! "AAHHH ... ISEPP KENCENG NENG AAHHH ... ISEP KUAT KONT0L ABANG YANG KENCENG, IYAH YANG KENYOT KENCENG NENG .... AAHHH ..." Beberapa cowok yang lainnya juga ngeluarin kontolnya, berdiri melingkariku. Mereka masih pakai celana cuma di turunin sedikit alias ngeluarin kontolnya doang bukan telanjang. Jumlahnya tujuh orang dewasa semua dan jadi delapan sama cowok yang lagi nyumpelin kontolnya ke mulutku ini. "Ggghhhh" Aku beneran gak tahan pengen muntah, ni cowok makin beringas merojok-rojok kontolnya ke mulutku, akhirnya semakin tak tertahankan aku Gigit kont0l dia sekuat-kuatnya. "AARRGHHHHH BANGSAAT!!" tuh cowok langsung nyabut kontolnya dari mulutku lalu nempeleng pipiku kuat. Plak! Arrghh! Pipiku rasanya panas betul, serta Kepalaku terasa pusing sampai aku miring ke kiri, Rasa sakit di pipiku gak begitu ku rasakan, yang lebih terasa adalah rasa MUAL BANGET!! "Uhuk, uhuk, uhuk, HUEEEK!!!" akupun batuk-batuk sambil muntah berkali-kali. Saat aku muntah kedua tanganku di lepas lagi. Setelah aku selesai muntah kedua tanganku di pegang oleh mereka lalu diikat kuat pakek kaos oblong yang berbahan tipis. Rambutku pun di jambak lagi dan di paksa nyepongin lagi kont0l-kont0l mereka secara bergantian. Setelah beberapa menit aku di paksa nyepongin kont0l mereka sampek aku muntah beberapa kali, Ada yang menarik bajuku. "Tidak!" Rontaku, tapi malahan mereka tertawa sambil merobek paksa bagian dadaku. Krekkkks! Setelah bajuku robek bagian atas, d**a palsuku pun ketahuan, lalu mereka melecehkanku juga melalui lisan. "Hahahaha" Mereka ngetawain aku yang belum sempurna jadi Transgender dan menghinaku seolah aku mahluk yang paling hina di muka bumi. "Cewek jadi-jadian yang kasihan bener lo Neng, hahaha cukur aja tu rambut lalu ngondek aja lo, kagak usah pakek beginian, gak punya mem€k juga lo hahahaha" Meski mulut sambil menghinaku dan melecehkanku mereka masih terus melucuti bagian celana jeans panjang yang aku pakai ini sampai akhirnya aku telanjang hanya memakai celana dalam doang. Aku masih di posisi melutut seperti tadi, lalu orang yang pegang tanganku melepaskan pegangannya sampai wajahku nyungrug ke lantai dengan posisi tanganku masih diikat kaos ke arah belakang. Pertama-tama aku ingin segera berbalik badan/mengubah posisi tubuhku, aku ingin bangun, tetapi ada satu orang langsung berdiri didepan sambil menjambak rambutku sampai posisiku akhirnya nungging. Sementara lainnya ada pula yang meremas-remas bokongku. "Jangan Please jangaaaan!" Rontaku saat aku mulai merasakan sesuatu yang keras menempel di area sensitifku yaitu mereka-mereka pada namparin bokongku pakek kontolnya, tak terpikir olehku kalau gak hanya cewek yang bisa di perkosa, cowok kayak aku pun sama aja, hiks! "Tidak, Please jangan Please ...!" Aku terus meminta mereka hentikan aksi ini, tetapi yang ada malah orang didepan tubuhku nyumpelin kontolnya ke mulutku sampai akhirnya aku gak bisa bicara lagi. Celana dalamku di tarik ke bawah sampai berhenti di paha, kemudian mereka meludahi bollku disusul ada tangan yang mengelus-ngelus area itu dan mencolokkan jari-jarinya. 'Sa-sa-sakitttt ... periiiihhh, hiks hiks, hiks,' rintihku didalam hati mereka mencolokkan jari kasar banget kayak sengaja ngobok-obok, periihh banget Apalah daya mulutku gak bisa bicara bahkan aku sudah tidak bisa lagi menahan air mata yang kini sudah merembes deras di pipiku. "Kenapa kamu menangis neng manis, kita-kita ini gak jahatin eneng kok, malahan mau ngasih eneng surga dunia ..." Ucap salah satu dari mereka disusul lainnya tertawa-tawa iblis! "Hahaha, Hahahaha" "Uwiiiiiihhh ... Masih perawan dia Bray ..." Sahut lainnya yang lagi mencolokkan jarinya ke Bollku. Setelah itu ada yang memegang pinggangku lalu satu orang menempelkan kepala kontolnya ke Bollku lalu menekannya. Sleeeb! "Emmmphh ... Emmm .... eemmm" Aku pun menggerang-ngerang hebat. Kepala kont0l tuh orang udah berhasil merobek bollku, Meski baru kepalanya doang yang masuk, sakitnyaaa pakek banget!!! Air mataku semakin mengalir deras di pipiku. Tuh cowok neken Kontolnya emang pelan-pelan mungkin dia ngerasain sakit juga di palkonnya saat ngejebol paksa bolku yang masih sempit. Saat belum sempurna masuk semua tu batang kont0l, berhenti beberapa detik gak ada pergerakan. Dia lagi ngebiarin otot bollku lemes dulu biar nerima benda asing yang lagi masuk ke bolku. Lalu dia mengojrok pelan sampek mentok Saat di genjot awal-awal rasanya sakit banget, tapi saat sudah mulai gesek cepat nyampe nyodok-nyodok prostat, jujur ku akui rasanya enak dahsyat. Naluriku berjalan dengan sendirinya, pikiranku terbang melayang-layang gak bisa ku gambarkan. Aku benar-benar udah mendesah keenaakan "Aahhh ... Ahhh" "Enak neng ..." "Um aah ... Enak Banget bang ... Aahhh ... Ahhh ... ahhh " Mulutku kadang di sumpel kadang di lepasin, saat mulutku mulai mendesah, lagi-lagi mulutku di sumpel kont0l mereka dari depan. Aku hanya bisa merem mrnikmati merasakan gesekan keluar-masuk dan tekanan kuat dari k****l mereka yang udah merojok-rojok Bollku secara bergantian sampek suaranya kenceng seperti suara gendang bertalu-talu PLOCK! PLOCK! PLOCK! PLOCK! PLOCK! PLOCK! Hancurlah bollku di rojok-rojok bergilir oleh kont0l mereka yang enak, tapi ya panasss juga kayak terbakar! Setelah semuanya telah selesai menggilirku, mereka berdiri melingkariku, lalu rambutku di jambak sampai kepalaku mendongak ke atas "Cepat buka mulut kau Neng!" Meski di paksa buka mulut, aku mingkem dan merem aja. Mereka-mereka pun langsung mengeluarkan pejuhnya bebarengan di muka-ku. Croottt! Croott! Croot! Setelah mereka puas saling Croot, akupun ditinggalkan didalam ruang itu sendirian dalam keadaan telanjang! Tubuhku lemas tak berdaya aku berbaring di lantai yang ku bisa lakukan hanyalah menangis sesegukkan. "Hiks, hiks, hiks, hiks" ____ Pengalaman pertama yang sangat pahit harus mengalami di gangbang oleh delapan cowok, benar-benar tidak pernah terpikirkan sedikitpun olehku. Entah, meski sangat berat ku akui sejujurnya kenikmatan terlarang itu mampu menembus ke ruang imajinasiku yang sangat muak aku nyatakan, 'Meskipun sakit dan jijik aku dientot paksa oleh para baj!ngan itu, Aku sempat merasakan sensasi nikmat yang tidak bisa ku gambarkan' Setelah delapan cowok itu pergi, ku raih kembali bajuku lalu akupun memakainya. Meski baju bagian atasku robek tetap aku pakai. Lalu, aku merangkak berjalan sempoyongan untuk segera keluar dari tempat biad'b itu! Seluruh tubuhku rasanya sakit, karena mereka tadi melakukan aksi b**m membuatku tidak bisa berjalan sempurna berakhir ku jatuh saat tak sengaja kakiku tersandung sesuatu. Glabruughh!
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN