Setelah si Elisa rada' melemaskan bekapannya di mulutku, akupun langsung ngomong "Dia siapa maksudmu Cha?"
"Halah gak usah berlagak t***l deh loe jadi Cewek! Dasar ganjen menjijikan! " Ketus Achava. Dia menatap tajam mataku, sambil sesekali menoleh ke arah teman-temannya. Lalu perlahan mendekat padaku.
Dan ....
Lagi-lagi dia mau meraih bagian dadaku.
"Emmphh!" Aku meronta, Sumpah aku takut bagian gundukan palsuku ketahuan. Lagian kenapa sih dia begini mulu, apa maksudnya coba?
Akhirnya, aku lepaskan paksa si Elisa yang sedang membekap lengan dan mulutku, sampai dia mundur hampir tersungkur. Saat yang bersamaan Achava langsung mendekat seakan gak mau gagal mau melakukan sesuatu padaku yang aku sendiri gak tau apa yang akan dia lakukan itu.
Tangan dia mengulur ke bagian dadaku, tentunya langsung aku tangkis dong?
Plak!
"Apa yang kamu lakukan sih Cha, Aneh banget deh daritadi!" Kataku sambilku memasang muka sayur asem bareng ayam goreng, yang dicocol sambel terasi, lalap pete atau daun kemangi, rasanya sedep-sedep indehoi lah pokoknya. (Et dah ngapa malah ngomongin makanan!)
Dia mendekat, mengulur tanganya lagi, matanya melotot sambil bilang "Gak usah bawel loe, liat aja nanti setelah ini, loe masih bisa kecentilan apa enggak, hahaha"
Bajigur, dia malah cekakaan kayak mak lampir sambil terus mencengkram bagian kerahku. Sekian menit ku biarkan dia bertingkah lama-lama bikin aku kesel setengah mampus, Akhirnya aku cengkram kedua tangan dia yang kini di kerahku, kemudian aku tarik dia mendekat padaku.
Tarikanku terbilang cepat, kuat dan kasar seumpama kecepatan jet Bus. Kemudian Tangan kiriku mengulur ke bagian pundaknya merekatkan bagian wajahnya ke wajahku.
Lalu ...
Entah apa yang merasukiku saat itu, aku kayak kehilangan kendali, mungkin akibat kesel, otak ini malah langsung traveling ke Video yang sedikitnya pernahku tonton.
Yap! Video apa lagi kalau bukan Video ciuman? Haha. Dalam pikiranku melayang tentang ingin mencobanya mumpung ada kesempatan! Aku merekatkan jarakku, lalu langsung mengecup bibir dia, aku mainkan lidahku ke bibir dia yang masih mingkem aja.
"Emmphh" Dia meronta dan kaget, hingga ciuman tadi durasinya sangat singkat, dia langsung melepaskannya lagi.
"Viviana! Apa-apaan loe!" Pekik dia melotot tajam sangat muram.
Entah, aku tak pedulikan dia melotot malah yang kupikirkan saat itu aku ingin rasakan bibir dia lagi, kemudian aku memutar balik tubuhku sambil menarik tubuhnya hingga sekarang posisi dia yang bersandar di dinding, kedua tangannya aku cengkram lagi ke dinding sejajar wajahnya, Aku udah gak memikirkan apa-apa selain mendapatkan bibir dia.
Aku langsung merekatkan jarak wajahku untuk melumat lagi bibir dia. Mungkin terbilang kasar atau bagaimana saat menciumnya mataku melirik, dia sempat memejam. Pertama-tama aku rasakan bibir dia mingkem aja alias nolak, lalu aku memaksa mulai memainkan lidahku di bibir sexy dia.
Rasa kenyal dan lembut itu mulai ku rasakan. Setelah ku menyadari dia sempat membuka rekatan bibirnya, langsung tuh aku mengisap lembut bibirnya bagian bawah.
"Emmmphh"
Demi Dewa ku nyatakan, dia membalas kecupanku, kurasakan bibirnya melumat bibir bagian atasku. Saat kami bersama-sama sedang melayang-layang dalam ciuman yang berdurasi hanya sekian detik doang, tiba-tiba telinga kami mendengar suara.
"Viviana, Achava, Kalian ...?" Suara teman-teman Achava yang 100% Menyaksikan kami!
Tentu kami langsung membuka kedua mata, lalu melepaskan ciuman kami, dan menoleh mereka serentak.
ALAMAK, MAMPUS!
Aku baru ingat, aku kan udah jadi cewek daridulu lalu apa yang kulakukan iniiiii!
Cengkraman tanganku merenggang, lalu Achava langsung melepaskannya kemudian mendorong tubuhku, di susul tangan dia melayang di udara mendarat kuat di pipiku.
Plak!
Aw, panas Coy!
"Apa-apaan Loe Vi!" Dia teriak seakan tak terima apa yang barusaja terjadi.
"Vi, loe cewek Koleb kah?" Imbuh elisa dan teman-teman lainnya mendekat padaku.
"Menjijikan!" Susul Achava bener-bener keliatan muram.
Sementara aku sendiri bengong sambil memegangi pipiku. Karena aku bener-bener gak nyadar wajahku ini daridulu juga cewek. Siyal! Dan juga maksudnya koleb itu apaan Coba? dulunya aku beneran gak ngerti. Ternyata, Koleb itu kalimat yang di balik dari kata "Belok" Dan belok adalah sebutan untuk cewek Lesbian.
"Woi Jawab Vi, loe beneran Koleb?" Ulang teman-teman lain belum mendapat jawaban dariku.
"Em ...." kayak ada jarum jam yang sedang memutar di kepalaku dan juga kayak ada bom bardir didalam jantungku.
DAG! DiG! DUG!
Alamak, aku harus gimana ni?