Suasana hening. Tak ada suara apapun pagi itu kecuali suara burung yang bersahutan diluar ruangan mereka. Raja dan Ratu menikmati suasana kebersamaan mereka, walau sedikit ada canggung tapi mereka tetap menikmati suguhan teh panas dengan khidmat. "Yang Mulia, apakah yang Saya pikirkan juga Anda pikirkan saat ini?" ucap Ratu Xie seraya menaruh cangkir teh panasnya dengan tatapan menunduk. Raja Li Liem melirik Ratunya sejenak, ia meletakkan cangkirnya lalu menarik nafas panjang. Mungkin apa yang ia pikirkan sama seperti yang dipikirkan oleh Ratunya. "Ya. Yang kau maksud adalah dua putera kita, kan?" tebak Raja Li Liem tanpa menatap Ratunya. "Ya Yang Mulia. Saya hanya khawatir dengan Li Yun Jie, dia sedari kecil selalu mengalah pada adiknya. Apapun yang ia punya selalu dipinta a

