Belenggu Dalam Amarah

1616 Kata

Deras suara air mengalir dari atas tebing-tebing tinggi membasahi bebatuan besar di bawahnya. Garis bayang cahaya pelangi menghipnotis mata memandang. Sebuah air terjun di dalam hutan menyapa dua insan yang menghampiri. Senyum sumringah serta mata berbinar-binar nampak di wajah Alya. Wajah yang selalu menampakkan raut masam itu kini perlahan meluntur. Arhan bernapas lega melihat senyum serta bayang cahaya pelangi di bola mata istrinya. Dia duduk di atas bebatuan sambil memandangi Alya dari kejauhan. Betapa senangnya Alya mendengar derasnya air jatuh diiringi suara kicauan burung bersahut-sahutan. Tangan mungil Alya sibuk memotret setiap sisi pemandangan. “Hati-hati licin!” tegur Arhan tersenyum sumringah memperhatikan gerak-gerik istrinya. Alya mengacungkan jempol tanpa menjawab. S

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN