Dua Puluh Enam: Entah Di mana

1795 Kata

"Gimana Pa?" Tanya Syeril penuh harap. Ega menggeleng lemah "gak bisa ma. Katanya minggu ini mau ikut Arfi keluar kota" jawab Ega. Dia baru saja selesai menghubungi sang putri. Sudah dua bulan mereka tidak bertemu dengan alasan Aurora harus menemani suaminya. Bukan hal yang aneh seharusnya, sama seperti Syeril yang selalu menemani Ega kunjungan keluar kota untuk bisnis, hanya saja, Ega merasakan rasa gundah di hatinya, ada rasa tidak nyaman. "Yah Papa. Mama udah kangen banget sama Rara" Ega mencoba senyum, lalu merangkul bahu Syeril "papa juga kangen kok. Tapi gimana lagi, Rara kan sekarang udah punya suami. Wajar kalau Rara sama suaminya terus, kita harus belajar untuk gak egois ya sayang. Nanti kita cari waktu yang tepat lagi buat ketemu" Syeril mengangguk "iya pa. Semoga Rara sama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN