Dua Puluh Lima: Pilihan Terbaik

1851 Kata

Aurora menatap penuh cemas saat Arfi menyuapkan makanan ke dalam mulutnya. "Gimana kak? Enak gak?" Wajah Aurora penuh rasa penasaran. "Lumayan, bisa di makan" jawab Arfi tak acuh. Ada rasa sedih di hati Aurora setelah mendapat reaksi Arfi. Seharian ini dia belajar memasak rendang, salah satu makanan favorit Arfi, informasi itu dia dapat dari ibunya Arfi langsung. Tidak ingin semakin terlarut, Aurora mulai makan malamnya. Mungkin, rasa masakannya belum sesuai dengan lidah Arfi, meskipun bagi lidahnya, rendang yang dia masak sudah cukup sukses. Tapi tidak apa, Aurora akan belajar lagi agar rasanya bisa sesuai. "Weekend nanti aku ke Bandung" Arfi berbicara setelah meneguk air putih di tengah makan malamnya. "Aku boleh-" "Kamu diem di rumah, jangan kemana-mana" potong Arfi langsung. "N

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN