Bab 15. Malam yang Kacau

1034 Kata

Tiara yang mulai merasa lapar di tengah malam akhirnya memutuskan untuk mencari sesuatu di dapur Arya. Dengan langkah hati-hati, ia membuka kulkas dan lemari dapur, berharap menemukan sesuatu yang bisa dimakan. Namun sayangnya, persediaan di rumah Arya sangat minim. Yang tersisa hanya beberapa bungkus mi instan dan telur. “Kayaknya besok harus belanja, deh,” gumamnya pelan sambil mengambil satu bungkus mi instan. Ia mengisi panci kecil dengan air dan mulai menyeduh mi yang baru saja dimasukkan. Aroma kaldu mi instan segera menyebar, menggoda siapa pun yang ada di rumah itu. Di dalam kamar, Arya masih gelisah. Matanya menatap langit-langit kamar, namun pikirannya berkelana jauh. Sejak tadi, ia berusaha memejamkan mata, tetapi yang muncul justru bayangan Tiara. Sosoknya dengan kaus kebesar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN