Chapter 110 : Pesona Iblis dan Panen Dosa

1680 Kata

Hari itu, Rabu siang. Matahari Semarang belum sepenuhnya condong ke barat, tapi hawa panasnya sudah membuat udara bergetar seperti bayangan yang meliuk di atas aspal. Jalan Arteri saat itu tidak terlalu ramai, namun di halamn parkir Panti Pijat Lestari, motor-motor berderet rapat, seolah sedang mengantri rahasia. Padahal hari itu bukan akhir pekan. Bukan juga hari libur. Namun suasana di dalam panti seperti pesta kecil yang menyembunyikan aib. Bau minyak urut bercampur parfum murahan memenuhi udara. Dari balik bilik-bilik kayu yang ditutup tirai merah kusam, terdengar gumaman, desahan tertahan, dan tawa kecil yang menggetarkan ruang sempit itu. Tapi siang itu, semua mata para tamu tertuju pada satu nama. Dewi. Keramaian ini membuat suasana di kalangan terapis lain memanas. Ajeng, Seka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN