Pukul 06:45 pagi. Matahari sudah bersinar terang menembus tirai kamar tamu apartemen Ryan. Dinda, yang memiliki tidur paling pulas, terbangun dan merasakan kekosongan di sekitarnya. Tya dan Yuni Ndaru masih terlelap, tetapi Bianca sudah tidak ada di sofa ruang tamu. Dinda mengerutkan dahi. Ia teringat gejolak hasrat liar yang ia rasakan semalam, fantasi cinta suci dengan Ryan, dan ulah sensual Tya dan Yuni Ndaru. Ia tidak tahu bahwa Nu telah menelepon dan meminta Ryan mengantar Bianca ke tempat Romo Andreas. ‘Jangan-jangan… Bianca dan Ryan pergi berdua? Sepagi ini?’ Bisikan Iblis yang menargetkan hasratnya kembali bekerja, memperburuk kesalahpahaman. Dinda langsung mengaitkan ketidakhadiran Bianca dan Ryan dengan adegan terlarang yang ia intip semalam. Didorong rasa penasaran yang besa

