Romo Andreas menatap Ryan dengan tajam. “Ciumanmu dengan Bianca adalah puncak dari keberhasilan Iblis. Ia telah menciptakan celah nyata di dalam dirimu. Iblis itu ingin kamu berpikir, ‘Jika aku sudah melanggar satu batas, kenapa tidak melanggar semuanya?’ Ia ingin kamu jatuh pada salah satu godaan gadis-gadis itu, dan saat kamu jatuh, Nyai Srintil akan memasukkan darah kotornya ke dalammu melalui perantara yang paling lemah.” “Masalahnya bukan hanya kamu, Ryan. Tapi juga Nu. Jika Iblis berhasil membuatmu jatuh dengan salah satu sahabat Nu, ia akan menghancurkan Nu secara emosional dan spiritual. Nu akan membencimu, membenci sahabatnya, dan pada akhirnya, membenci Tuhannya sendiri.” Romo Andreas menepuk pundak Ryan dengan kuat. “Kita tidak boleh membiarkannya menang. Tapi kita harus berti

