23. Bersama Asmodeus

2031 Kata

Draven membawa pergi Lilith dari tempat itu menuju ke rumah pribadinya saat di bumi. Dia mengurungnya di sebuah kamar khusus dimana gadis itu tak sadarkan diri selama sehari lamanya. "Kau cantik seperti biasa, Lilith," pujinya sembari memainkan rambut Lilith yang berantakan di bantal. Dia sedang duduk di tepi ranjang. Sembari menyunggingkan senyuman penuh nafsu, dia mendekatkan bibirnya ke pipi kanan gadis itu. "Bangunlah, aku merindukanmu. Milikku— bangunlah." Lilith belum bangun juga. "Adam seharusnya menyesal membuangmu," bisik Draven malah terjebak oleh nafsu sendiri. Dia juga heran mengapa sangat menginginkan manusia karena yang terjadi harusnya sebaliknya. Ini tidaklah normal, tapi ia malah penasaran. Lilith mulai menggapai kesadarannya. Dia hanya menginginkan Luc, memikirkannya,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN