Langit sore berwarna keemasan ketika deretan mobil mewah berhenti di depan Grand Aruna Hall, hotel bintang lima yang terletak di pusat kota. Dari luar saja, pesta pernikahan itu sudah tampak begitu megah —karpet merah terbentang, bunga segar menghiasi setiap sudut, dan cahaya kristal dari lampu gantung besar di dalam ruangan memantulkan kilau yang sungguh menawan. Namun di balik kemewahan itu, ada sesuatu yang terasa hampa. Karin menatap pantulan dirinya di cermin besar ruang rias. Gaun putih gading membalut tubuhnya sempurna. Model yang sederhana, tapi nyatanya begitu pas dan cantik dipakai olehnya. Sayangnya, dari semua kecantikan dan kemewahan itu, di matanya tak ada sama sekali kebahagiaan. Hanya kekosongan. Senyum yang ia paksa pun terasa pahit dan menyakitkan. “Mbak Karin, waktu

