Bab 24. Hari Pertama Makan Bersama

1143 Kata

Sinar matahari menembus tirai kamar hotel, memantul di antara kelopak mawar yang semalam dibiarkan berhamburan di lantai. Aroma bunga mawar sudah berubah —tak lagi romantis, melainkan mengingatkan bahwa semalam lewat tanpa satu pun makna. Karin membuka mata perlahan. Kepalanya masih berat, kelopak matanya sembab karena tangis yang ia tahan hampir semalaman. Gaun pengantin sudah tergantung di kursi, sementara dirinya kini hanya mengenakan pakaian tidur yang diberikan staf hotel. Di sisi lain ruangan, tempat tidur besar itu masih rapi di satu sisi. Harris tak tidur di sana. Ia menepati kata-katanya, memilih ruang sebelah. Karin duduk, menatap cermin di depannya. Wajah di sana tampak asing —pucat, kehilangan cahaya. Seorang perempuan yang baru saja menikah, tapi matanya tak menunjukkan ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN