Bab 32. Awal Rencana

1248 Kata

Lift hening. Angka-angka di layar naik perlahan. Karin menatap bayangan mereka di cermin lift —dua sosok yang tampak formal, tapi di antara keduanya ada sesuatu yang nyaris tak terucap, jarak yang perlahan menyempit. Begitu sampai di lantai unit mereka, Harris lebih dulu membuka pintu. Begitu masuk, aroma lembut parfum ruangan dan cahaya hangat menyambut. Karin melepaskan sepatunya perlahan, sementara Harris menaruh jasnya di gantungan dekat pintu. “Duduk dulu,” katanya pelan. “Aku buatkan teh hangat.” Karin hampir menolak, tapi tak sempat. Harris sudah lebih dulu melangkah ke dapur. Ia berdiri diam sejenak, memperhatikan punggung lelaki itu dari kejauhan. Punggung yang dulu begitu ia benci, kini entah kenapa tampak asing dan penuh penyesalan. Suara air mendidih memecah keheningan. Tak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN