Suasana kantor mulai sepi. Lampu-lampu di beberapa ruangan sudah padam, menyisakan cahaya putih dari area kerja Karin dan Rena. Di luar jendela, langit telah berubah menjadi biru gelap, dengan sedikit garis jingga terakhir di arah barat. Hanya terdengar bunyi ketikan Rena yang cepat dan suara pendingin ruangan yang menciptakan hawa semakin dingin. Karin berdiri di sisi meja Rena, membantu memeriksa ulang data yang baru saja diketik. “Yang kolom ini, jangan pakai tanda koma, nanti sistem bacanya error,” katanya pelan. Rena mengangguk tanpa menoleh. “Siap, Mbak. Sudah hampir selesai kok. Sepuluh menit lagi.” Karin tersenyum kecil, lalu berjalan ke dispenser di sudut ruangan, menuang dua gelas air. “Kau belum minum dari tadi,” ucapnya sambil menyerahkan satu gelas pada Rena. “Terima kasih

