shakila Datang

1061 Kata
Mendengar suara orang yang mengobrol Akmal terlihat gelagapan, tatapannya terbagi dua ke arah layar laptop yang masih booting dan ke arah pintu yang terdengar mulai dimasukkan kuncinya. "Haduh! Kenapa mereka pulang cepat. Tidak seperti biasanya yang pulang jam 09.00." gerutu Akmal sambil mendekat ke arah kamar utama, namun sekilat niatnya berubah Akmal tidak jadi memasuki kamar itu, dia masuk ke dalam kamar tamu yang nampak sepi. Ceklek, ceklek....! Suara kunci yang diputar terdengar dua kali, kemudian pintunya terbuka dengan lebar, masuklah pasangan yang sejak dari kemarin Akmal Pantau. "Aku tidak mau membicarakan pekerjaan ketika sudah samapai di rumah. Aku ingin tenang agar aku bisa fokus nanti ketika bekerja kembali." jawab yang wanita sambil melepaskan sepatunya, kemudian disimpan di atas rak yang berada di dekat pintu masuk. "Baiklah Shakila Kalau kamu tidak ingin membahasnya. tapi kamu harus tetap tegas ketika ada karyawan yang melakukan kesalahan, jangan sampai mereka merasa nyaman karena memiliki bos yang pemaaf." "Aku lebih mengerti Rinto,sudah jangan bahas pekerjaan. aku lapar dan ingin segera beristirahat." jawab wanita yang dipanggil dengan nama Shakila. "Ya sudah kamu mandi dulu, aku akan membuatkan makanan untukmu." jawab Rinto yang menggandeng tangan Shakila, kemudian mendaratkan sebuah ciuman lembut di keningnya. "Tidak usah repot-repot, aku tahu kamu juga capek. mendingan kamu hangatkan saja makanan yang ada." "Iya sayang, sana mandi dulu!" jawab Rinto sambil kembali melepaskan sebuah kecupan lembut ke arah bibir Shakila yang hendak masuk ke dalam kamar. Rinto sedikit terkejut, ketika melihat di atas meja ada laptopnya yang masih menyala. dia mengerutkan dahi mengingat-ingat kejadian tadi pagi sebelum ia pergi ke tempat kerja. "Perasaan aku sudah mematikannya tapi kenapa masih menyala." umpatnya sambil duduk di atas kursi kemudian dia melihat notifikasi bagian bawah yang masih bersih tidak ada hal yang mencurigakan. "Mungkin laptopnya tidak dimatikan dengan sempurna." umpat Rinto sambil menggeser kursor ke tombol star mencari Log Off untuk mematikan laptopnya. Tanpa memiliki kecurigaan sedikitpun Rinto masuk ke dapur kemudian membuka kulkas, lalu menghangatkan makanan sisa tadi pagi, sehingga tercium wangi masakan yang memenuhi ruangan. Setelah masuk ke dalam kamar, Shakila pun menyimpan tasnya di lemari kaca yang berada di dekat dinding kemudian dia menanggalkan seluruh pakaiannya untuk dimasukkan ke keranjang baju kotor, lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk merendam tubuhnya dengan air hangat, merelaksasi diri setelah seharian bekerja. Suasana di luar terdengar hujan mulai turun membasahi bumi, awan yang menggantung berubah menjadi cairan mengguyur kota Jakarta yang terasa panas. Rinto dan Shakila Mereka terlihat asik melakukan aktivitas masing masing, tidak sedikitpun menaruh curiga kalau di rumahnya ada penyusup. "Haduh Bagaimana aku keluar dari rumah terkutuk ini, bisa-bisa kalau aku ketahuan. aku akan benar-benar masuk ke dalam penjara." gumam hati Akmal yang bersembunyi di kamar tamu, hatinya mulai berdebar dengan kencang, jantungnya berdegup tak karuan. namun dia tetap terlihat tenang seolah semuanya akan baik-baik saja. Setengah jam berlalu, Akmal masih bersembunyi di kamar yang gelap, dari arah luar ruang keluarga terdengar ada derap kaki yang melangkah. "Sayang makanannya sudah siap, kamu sudah selesai belum mandinya?" tanya Rinto dengan berteriak karena hujan mulai turun menimbulkan gemerisik di atas genteng. Tidak terdengar jawaban dari Shakila, Rinto Yang penasaran akhirnya menyusul ke dalam kamar kemudian menuju kamar mandi untuk mengecek keadaan kekasihnya. "Haduh Kamu bikin kaget saja, kenapa tidak mengetuk pintu dulu?" gerutu Shakila yang sedang mencuci wajahnya dengan sabun, dia sudah mengganti pakaian dengan pakaian tidur, dengan celana sepaha memamerkan lekuk tubuh yang begitu indah. "Maafkan aku sayang, aku takut terjadi sesuatu kepadamu?" jawab Rinto sambil masuk ke dalam kamar mandi kemudian memeluk kekasihnya dari belakang, sambil mendaratkan ciuman lembut di area leher membuat Shakila menggelinjang. "Sudah jangan ganggu! aku sedang mencuci muka." "Aku tidak mengganggumu, aku sangat kangen...! karena kita sudah lama tidak melakukannya. Aku ingin mengisi hari-hari berikutnya dengan b******u menikmati tubuhmu yang harum." jawab Rinto yang semakin gencar melepaskan kecupan kecupan lembut di bagian leher. Shakila yang mulai terpancing dia pun membalikkan tubuh kemudian membalas lumatan kekasihnya dengan begitu agresif, membuat pertarungan bibir pun tidak bisa terhindarkan. "Sudah Sayang! jangan membuatku mandi untuk kedua kalinya. apalagi ini musim hujan nanti aku kedinginan." ungkap Shakila di tengah-tengah nafas yang menderu. namun Rinto tidak memperdulikan Bahkan dia semakin gencar melangsungkan serangan dengan membuka satu persatu kancing piyama yang dikenakan. Mereka berdua terlihat saling memanjakan satu sama lain, melepaskan rasa kangen yang seharusnya dilampiaskan setelah kepergian suaminya. namun pekerjaan di restoran membuat mereka tidak memiliki banyak waktu sehingga ketika mendapat kesempatan tidak menyia-nyiakannya. Akmal yang masih bersembunyi di dalam kamar tamu dia memfokuskan telinga untuk mengetahui keadaan di luar yang terlihat sangat sunyi, hanya suara gemerisik hujan yang jatuh menimpa genteng. "Ke mana kedua makhluk laknat itu, apakah mereka sedang makan atau sudah tertidur?" tanya Akmal di dalam hati Namun sayang pertanyaannya tidak ada yang menjawab. Akmal mencoba mengintip dari lubang kunci, Namun sayang dia tidak melihat keadaan di luar. Akmalterus mencari cara agar dia bisa keluar dari rumah itu, sehingga matanya melihat celah ventilasi yang berada di atas pintu. Akmal memindai keadaan sekitar yang terlihat remang-remang, terlihatlah sebuah kursi yang ada di dekat meja rias. tanpa membuang waktu Akmal pun mengambil kursi itu lalu disimpan di dekat pintu, kemudian dia naik untuk mengintip keadaan di ruang tengah. "Pada ke mana mereka, Apakah sudah tidur atau....?" Akmal tidak berani melanjutkan perkataannya namun kesempatan yang baik tidak disia-siakan. Dengan penuh kehati-hatian Akmal menyimpan kembali kursi ke tempat semula, kemudian membuka pintu kamar secara perlahan, sebisa mungkin tidak menimbulkan suara. sampai akhirnya pintu itu memberikan celah untuk memunculkan kepala. "Ya mungkin mereka sudah tidur." pikir Akmal sambil keluar dari kamar kemudian dia mendekat ke arah meja yang sekaligus digunakan untuk meja makan, terlihatlah di sana masih ada sayur bayam dan ayam bakar yang masih utuh. Merasa penasaran Akmal pun mendekat ke arah pintu kamar utama yang tidak tertutup, kemudian Dia mengintip dari celah yang terbuka. "Akh, akh, akh.....! terus Rinto, terus...! terus yang cepat....!" teriak suara seorang wanita yang terdengar dari arah kamar mandi, membuat Akmal menggigit bibir karena sudah bisa menebak apa yang mereka lakukan. "Dasar wanita tidak tahu diri, baru saja ditinggalkan suami sudah melakukan dengan pria lain. Awas kalian!" ancam Akmal sambil kembali ke meja makan. "Tidurlah kalian dengan nyenyak!" Lanjutnya sambil mengeluarkan botol yang berisi serbuk obat tidur kemudian dia menaburkan ke dalam sayur bayam. "Hahaha tunggu pembalasanku!" ancamnya sambil mengaduk sayur bayam, kemudian dengan bergegas dan penuh kehati-hatian menuju pintu keluar yang terlihat kuncinya masih menggantung, memudahkan dirinya untuk melarikan diri.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN