Malam telah datang dan menampakkan gelapnya. Ketiga sahabat gue dan kekasih mereka sedang pergi membeli makanan. Keenam orang itu sepertinya sengaja menyisakan gue dan Lay di apartemen ini. Alasan mereka meninggalkan kami berdua karena wajah kami tentu bisa dikenali dengan mudahnya oleh publik akibat gosip yang beredar tadi siang, dan itu akan menyulitkan untuk ke depannya. Tapi seharusnya salah satu dari ketiganya bisa tetap tinggal untuk menemani gue bukan? "Inggitsya…" panggil Lay yang membuat gue tersentak kaget. Entah sejak kapan sosoknya berdiri di ambang pintu kamar. "Ya Lay, Ada apa?" Lay kemudian melangkah mendekat, duduk di pinggir ranjang dan berdeham singkat. "Apa rencana kamu selanjutnya?" "Mungkin aku akan tinggal di luar negeri seperti saran Iim. Setidaknya sampai saat i

