Chapter 4

897 Kata
"Gimana kalo SMA sky?" What? "Nggak!!" Sentak Bu Ketua dengan keras. "Kenapa sih Bu Ketua lo gak mau masuk SMA sky?" Tanya Intan polos. "Itu SMA gua loh, kenapa gak masuk sana aja?" Ujar Davin semangat. "Keren loh SMA nya, SMA favorit," tambah Sam. "Sekali gak tetep gak," tambah Bu Ketua. "Hahaa… muka Bu Ketua ancur banget. Denger nama SMA sky kayak denger apa aja." Tiara terkekeh. Minta digalpok nih orang, pikir Bu Ketua. "Itu neraka buat gua. Gua gak bakal bisa bebas disana! Oh no!" Teriak histeris Bu Ketua. "Ini ya sosok Bu Ketua kalo udah nyangkut SMA sky. Orang yang tadinya paling santai menghadapi masalah jadi paling panik ngadepin masalah," sindir Nabila. "Ini bukan saatnya bercanda. Dengerin gua, kalo kita masuk kesana itu adalah neraka," kata Bu Ketua dengan serius. "Kita gak bakal bisa bebas, gak bakal ngelanggar peraturan. Kita kayak dipenjara. Kalian gak mau kan?" Tambah Bu Ketua, mereka semua menggeleng. "Bayangin sama kalian kalo kita bakal masuk sana dan kita jadi bahan ejekan dan lain lain. Gua gak mau ninggain Indonesia dalam waktu dekat, okay?" Lanjut Bu Ketua, mereka mengangguk kaku. "Bagaimana caranya biar kita gak masuk sana." "I don't know. Susah untuk ngebantah perkataan Tante Rebeca dan Om Robert," ujar Tiara dengan suara lirih. "Ya. Itu masalahnya, gak ada yang bisa ngebantah perkataan mereka berdua. Termasuk gua," kata Bu Ketua dengan lirih. "Santai, kita bakal pikirin ini nanti," ujar Intan. "Oke, tumben lo kelihatan santai," ujar Nabila, Intan dengan santainya ngemil kentang goreng. "Anjir!! Orang lagi setres, lo malah makan," gerutu Bu Ketua. "Laper gua Bu Ketua." Intan menyengir lebar. "Lo kapan sih gak ngerasa laper?" Sinis Bu Ketua. "Sekali sekali kan boleh Bu. Gak kayak nabila yang makan setiap menit." "Lebay!!" Bu Ketua ingin menghisap rokoknya, tetapi tangannya ditangah dengan seseorang lalu dengan santainya mengarahkan rokok itu padanya. "Gak ada duit buat beli rokok?" Sindir Bu Ketua tajam. "Bukannya gak ada duit, tapi sayang kalo rokok lo kebuang sia sia," sahut Brian dingin dan menghembuskan rokok itu di depan wajah Bu Ketua. Membuat asap nya mengenai wajah Bu Ketua yang membuatnya menutup mata. Saat membukanya mata, dia langsung membulatkan mata saat melihat wajah Brian sangat dekat dengannya. Brian memasang smirknya dan memundurkan wajahnya. Mereka mengobrol bersama dengan tidak canggung lagi. Tiba tiba seorang cowok menghampiri mereka. "Hai Ris," sapa cowok itu kepada bu ketua yang menatapnya dengan satu alis terangkat. "Lo siapa?" Tanya Bu Ketua polos. "Lo lupa sama gua? Kita kan ketemuan beberapa minggu yang lalu," ujarnya sambil mengedipkan sebelah matanya. Bu Ketua memandang Intan, Tiara dan Nabila dengan memandang mereka bertanya dan dia mencoba mengingat sesuatu. "Oh gua tau lo," kata Bu Ketua membuat dia tersenyum lebar. "Lo mantan nya nabila kan? Mau nyari nabila ya? Dan ngomong ngomong gua gak tau nama lo," kata Bu Ketua santai, cowok itu jadi gelagapan. "Anjirr lo mantan gua?" Teriak Nabila tak percaya. "Iya," jawabnya sambil mengangguk. "Kok gua gak tau ya kalo punya mantan yang lumayan kayak lo?"tanya Nabila santai. "Lo kebanyakan mantan, b**o," maki Bu Ketua kasar. "Bu Ketua mah sirik aja. Kasian deh yang gak laku," ejek Nabila, Bu Ketua hanya memutar bola matanya. "Bukan bu ketua yang gak laku, tapi lo keganjenan," bela Intan membuat Nabila mengerucukan bibirnya. "Eh? Gua pergi dulu ya, bye semua," sahut cowok itu gugup dan meninggalkan meja mereka. "Gua terkadang heran sama cowok yang mau sama lo," ujar Bu Ketua sambil memegangi wajah Nabila. "Woii bu ketua, gua masih normal kali" ujar Nabila jijik. "Anjir,  gua cuman mau liat wajah lo aja. Muka lo gak cantik cantik amat sih, terus doyan makan lagi. Apa mantan pacar lo gak bangkrut ngasih makan lo?" Ujar bu ketua dengan senyum miringnya dan menekankan kata mantan. "Itu sindiran yang ngena banget, Bu Ketua" sindir Nabila balik dengan muka ngambek. "Jangan kayak gitu dong mukanya babe, pengen gua cubit jadinya," ujar Levin kepada Nabila dan mengedipkan sebelah matanya membuat Nabila mupeng. "Anjir.... Kotak sampah!! Mau muntah gua," teriak Bu Betua dengan muka jijik. "Hahahaa." tawa mereka pecah seketika. "Jangan iri gitu dong bu ketua. Apa lo mau jadi pacar gua hmm biar lo gak iri lagi?" Tanya Sam dan dapat lirikan dari Pak Bos yang sangat tajam. "Hehee.. ampun pak boss," ringis Sam. "Apaan dah lo pada," ujar Bu Ketua cuek. "Gua perhatiin mantan kalian gak ada yang di SMA sky ya?" Tanya Davin. "Gak ada. Gak boleh sama Bu Ketua," keluh tiara "Padahal kan ganteng ganteng murid SMA sky," tambah Nabila. "Kalo kalian mau yaudah silakan, tapi kalo ayah gua marah jangan salahin gua," ujar Bu Ketua santai. "Gak asik," ujar Tiara dan Nabila bersamaan. "Kenapa sih kalian gak suka banget sama SMA sky? Ada masalah?" Tanya Davin. "Bukan kita sebenernya, tapi bu ketua. Ya.. masalah yang sangat besar" ujar intan dengan dramatis. "Ada masalah apa bu ketua sama SMA sky? Mantan lo disana?" Ujar Brian dingin. "Bukan! Boro boro ada mantan disana, ngedeketin anak SMA sky aja males banget si bu ketua itu," adu Nabila dan Tiara. "Huftt... ortu gua yang punya sekolah itu. Gua gak mau buat masalah sama mereka, gua gak mau dikirim keluar negri lagi dan dicabut segala fasilitas gua," ujar Rista dengan sedih. "Oh." Ksatria beroh ria. "Kalian udah punya pacar?" Tanya Tiara dan Nabila semangat, mereka menggeleng. "Bagus!!" Teriak mereka berdua bersamaan. "Ehem," dehem Bu ketua dan melirik kearah mereka berdua dengan tatapan tajam. "Gua saranin jangan deh. Lo tau kan kalo semua orang itu ngira kita rival? Dan kita juga baru kenal beberapa jam," ujar Intan malas. "Huh" desah Tiara dan Nabila kecewa. "Gua duluan ya, Bunda udah nunggu nih," ujar Bu Ketua berdiri dari duduknya. Pergelangan tangannya dicekal Brian. "Apa?" Tanya nya. "Bagi id line lo," ujar Brian menyerahkan iphone nya. "Nih." Bu Ketua menyodorkan iphone pak bos setelah memberika id line nya. "Gua duluan ya." "Hati hati bu ketua." "Sipp."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN