Chapter 5

1078 Kata
"Bun!!" Teriak Rista dengan membahana. "Lo ini buat kuping gua sakit aja," keluh Rebeca denga ketus. "Nih pesenan Bunda.” Rista menyerahkan batagor ke bundanya yang langsung dimakan dengan semangat. "Gila enak bangett," ujar Bunda nya, Rista cuman geleng geleng kepala. "Bun, gua sekolah dimana lagi?" Tanya Rista. "Gak tau, belom gua pikirin." "Yaudah, Rista kekamar dulu ya." *** Diamond sedang berada dirumah Rista karena hari ini mereka gak sekolah. "Sering sering aja kita kayak gini Bu Ketua, bisa-bisa kenyang perut gua," ujar Nabila sambil memakan keripik. "Lo mah makan mulu," sahut Tiara. "Gua ini lagi mikir, kita didaftarin dimana ya?" Ujar Bu ketua menghentikan aktifitas mereka yaitu berdebat. "Iya juga ya." "Jangan jangan kita dimasukin SMA abal abal lagi. Oh no!!" Jerit Nabila lebay. "No! Gua gak mau." Teriak Nabila. "Semoga Bunda lagi baik sama kita," kata Bu ketua. "Menurut gua sih Tante Rebeca gak bakal masukin kita kesana," ceplos Tiara membuat seluruh pasang mata menghadapnya. "Kenapa?" "Karena Tante Rebeca pengen yang terbaik buat Bu ketua," sahut Tiara dengan sok bijak. "Bunda bisa aja ngelakuin itu. Lo lupa kalo gua gak akan ngaruh dengan keadaan sekitar? Itu gak akan mempengaruhi gua," sahut Bu ketua membuat mereka diam. "Gua...  gak bisa ngomong apa apa lagi." Intan mengangkat kedua tangannya seolah menyerah. "Gua juga," ujar Nabila dan Tiara. Bu ketua hanya memasang muka datar. "Ternyata Ksatria gak seperti yang gua bayangkan," ceplos Nabila sambil tersenyum. Wah gila nih orang. "Emang lo ngebayangin nya kayak apa?" Tanya Bu ketua. "Gua itu ngebayanginnya mereka gak asik, jutek, suka tebar pesona, sok cool dan lain lain lah." "Imajinasi lo terlalu tinggi," sindir Tiara membuat mereka terkekeh. "Iya,  Imajinasi gua emang tinggi, sampe sampe gua ngebayangin kalo pacaran sama Sam," ujar Nabila membuat mereka bertiga melotot. "Yaallah... engkau apakan teman saya ini? Keluarkan lah jin yang memasuki tubuhnya," ujar Tiara sambil memegangi kepala Nabila yang sedang cemberut. "Lo apaan sih." "Hahahaa." Tawa Intan dan Bu ketua pun pecah. "Lo kesambet setan apaan sih? Oh iya Sam itu menurut gua lumayan ganteng kok," ujar Bu ketua mulai serius, mereka pun mulai serius. "Beneran Bu ketua? Kalo gua jadian sama sam lo ngerestuin gua gak?" Tanya Nabila semangat. "Gimana ya." Bu ketua terlihat berfikir membuat Nabila menatapnya kesal. "Boleh dong Bu ketua," rengek Nabila. "Iya iya gua bolehin. Gua mau nanya sama lo. Lo itu beneran suka sama Sam atau cuman buat mainan?" "Gak tau juga gua bu ketua, emang kenapa?" Tanya Nabila. "Gua takutnya bukan dia yang akan patah hati. Tapi lo. Maksud gua, pasti si Sam itu mantan nya banyak dan pastinya cantik cantik dong. Jadinya dia udah kebal sama yang cantik, jadi... lo akan susah naklukin hati Sam. Yang gua takutin, lo yang akan jatuh cinta sama Sam," perkataan Bu ketua yang sangat serius membuat Nabila bungkam. Bener apa yang dibilang bu ketua "Gua gak tau gimana perasaan gua, soalnya kita juga baru ketemu sama mereka," jawab Nabila jujur. "Tapi kalo lo beneran cinta sama Sam... ya gua dukung deh. Terus kalo Sam nyakitin lo, gua bakal jadi orang pertama yang ngegebukin dia. Hahaha." Tawa Bu ketua pun pecah, ya sedikit bercanda gapapa kali. Jangan tegang tegang amat, santai aja, pikir Bu ketua. "Aahh!! Bu ketua emang keren," ujar Nabila, Intan dan Tiara memeluk Bu ketua dengan erat. "Njir,  lepas woi. Gua gak bisa nafas nih," keluh Bu ketua, mereka bertiga terkekeh dan melepaskan pelukannya. "Oh iya, dari tadi kok gua gak liat Tante Rebeca sih?" Tanya Tiara sambil celingukan. "Bunda sama Ayah lagi pergi ke Bandung, tempat Oma," ujar Bu ketua santai. Sedangkan ditempat Ksatria. "Pak bos.. mereka gak keliatan nih," ujar Davin. Ya, mereka ada di SMA 1 "Gua udah kelilingin satu sekolah gak ketemu sama Diamond," tambah Sam sambil mengelap keringatnya. "Gua nanya sama orang, katanya mereka gak sekolah disini," tambah levin. Pak bos yang mendengarnya hanya memasang wajah datar dan dingin. Itu kan Ksatria? Ngapain mereka kesini? Gila ganteng banget!! Ksatria!!!! Mau dong jadi pacar kalian!! "Mereka gak nipu kita kan?" Tanya Pak bos dengan dingin "Gak kok. Soalnya kemaren aja mereka jawabnya tegas banget dan yakin banget, gak ada yang perlu dicurigain," jawab Levin. Pak bos bersedekap sambil menyandarkan tubuhnya di mobilnya membuat para perempuan itu menjerit. "Sebenernya gua kurang yakin dengan rencana Pak bos," celetuk Sam tiba tiba. "Kenapa?" Tanya Davin. "Untuk naklukin salah satu anggota Diamond itu susah. Gua takutnya nanti bukan Pak bos yang matahin hati mereka tapi Pak bos yang patah hati. Nyerah aja deh pak bos kalo mau mainin salah sau anggota Diamond." ujar Sam serius. Pak bos menatapnya tajam dan menghampirinya. "Gua gak buat mereka mainan. Gua beneran cinta sama salah satu anggota Diamond dari dulu," ujar Pak boss dingin membuat Sam terkejut. "Demi apa pak bos? Kok gua gak tau?!" Teriaknya. "Lo aja kudet," sambung Davin dan Levin. "Jadi, Pak bos beneran cinta sama salah satu anggota Diamond?" Tanya Sam. Pak bos hanya mengedikan bahunya dan memasuki mobil, mereka bertiga pun ikut memasuki mobil pak bos. "Kalo lo beneran cinta sama mereka gua percaya. Yang gua bingungin kenapa lo mau nyusul sampe ke SMA 1?" Tanya Sam. "Gua gak mau keduluanan orang lain. Lo tau kan pesona Diamond itu kayak apa. Banyak laki laki yang ngincer mereka," jelas Pak bos datar. "Iya." "Tapi... lo sampe nyusul ke SMA 1 cuman untuk ketemu Diamond, pak bos. Kalo dia udah pacaran sama orang lain yaudah lah. Pas putus lo tembak langsung aja. Atau lo tembak pas dia udah punya pacar, pasti diterima," ujar Sam santai. "Terus gua dijadiin yang kedua?" Sinis Pak bos membuat Sam tersenyum lebar. "Ya kalo pak bos mau sih gpp. Tapi kalo gak mau, pak bos tinggal suruh aja ke dia putusin semua mantannya" tambah Sam. "Sumpah. Lo pengen gua tinju rasanya. Hari ini lo ngeselin bener Sam." ketus Pak bos. "Hehee." "Lo tau gua kan Sam? Gua gak suka berbagi dengan orang lain," ujar Pak bos membuat Sam terdiam. Ini yang susah dari pak bos. Dia gak suka berbagi dengan orang lain. Batin Sam. "Jadi kita mau kemana nih pak bos?" Tanya Davin. "Kerumahnya Bu ketua aja. Mereka semua ada disana," ujar Pak bos. "Pak bos tau dari mana?" Tanya Levin. "Liat ig makany." Levin pun hanya tersenyum. Ksatria melajukan mobilnya menuju rumah bu ketua. Sedangkan diamond sedang asik bercanda bercanda. "Gua masih gak bisa bayangin malunya kakak kelas songong itu sama kepala sekolah SMA 1,"ujar intan sambil tertawa. "Sumpah mukanya itu loh. Gak nahan," sambung Nabila. "Mulutnya kebuka lebar, mungkin lalet bisa masuk kali ya," tambah tiara dan mereka semua tertawa. "Asli. Coba kita videoin dan masukin youtube," ujar Bu ketua sambil tertawa. Ting tong ting tong "Siapa ya?" Tanya Intan. "Ada tamu ya bu ketua?" Tambung Tiara. "Mungkin. Liat aja yo" ajak bu ketua. Mereka membuka pintu dan terkejut melihat ksatria berdiri didepan mereka dengan senyum lebar kecuali pak bos yang memasang wajah datar. "Ada apa kerumah gua?" Tanya bu ketua ketus. Pak bos menarik bu ketua maju dan menatapnya serius. "Jadi pacar gue ya?" Tanya Pak bos membuat Diamond membuka lebar lebar mulutnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN