Author pov
Diamond memasuki SMA SKY dengan santai. Semua murid melihat mereka dengan kaget dan terpana.
"Sebenernya susah untuk masuk sekolah tanpa bu ketua" ujar tiara sedih
"Gua juga tau kalo susah. Tapi mau gimana lagi?" Tanya intan
"Kita jalani aja hidup kita di SMA ini tanpa bu ketua. Jangan sampe ita di DO, ya walaupun gua tau kita gak akan di DO dari sini, tapi tetep aja. Gak ada bu ketua gpp, tapi ada ksatria. Kita anggap aja pak bos itu kayak bu ketua" ujar nabila bijak.
"Tumben lo bijak" cibir tiara dan intan kompak.
"Sialan lo!"
Mereka semua sudah di kelas 2 SMA. Mereka pindah ke SMA SKY saat 2 SMA. 11 ips 1 itulah kelas mereka.
Mereka bertiga memasuki kelas bersama wali kelas mereka. Kelas yang tadinya ribut jadi hening.
"Selamat pagi anak anak, kita hari ini kedatangan murid baru" ujar wali kelas itu, bu fatma
"Silakan perkenalkan diri kalian"
"Hai semua.. nama gua intan, dan ini sahabat gua namanya nabila dan itu tiara. Semoga kita semua bisa akrab yaaa" ujar intan mewakili mereka semua, di akhir kalimat dia berkata dengan pelan dan fake smile.
"Silakan kalian duduk" ujar bu fatma, mereka bertiga jalan dan melihat ksatria didalam kelas itu.
"Om robert pinter juga nyari kelasnya, satu kelas sama ksatria" bisik nabila, mereka berdua mengangguk.
"Eh? Gua duduk sama siapa woi?!" Teriak tiara tiba tiba membuat kelas kaget
"Sendiri!!" Ujar nabila dan intan barengan.
"Anjir.. gak bisa gak bisa. Apa apaan gua duduk sendiri. Rolling" ketus tiara dan menduduki bangku paling belakang, sendirian.
"Sudah anak anak sekarang buka halaman 80 dan dirangkum" ujar bu fatma.
Semua akan buka buku halaman 80 termasuk ksatria dan diamond, tapi.., diamond tidak ngerangkum. Mereka malah asik bercanda dan bermain hp.
Anak baru kok belaga
Liat deh, kalakuannya bar bar
Dih, cabe.
Bukannya belajar malah mainan
Mau jadi apa nantinya diaorang itu ya.
BRAK..
"Gak usah ngomongin gua dari belakang bisa?! Kalo mau ngomong depan gua sini!!" Teriak intan sehabis menggebrak mejanya. Untungnya guru lagi ketoilet.
"Ngomong apa kalian barusan hah?!" Teriak nabila ikut kepancing emosi
"Gak usah sok bagus bisa gak sih? Coba omongin lagi apa yang kalian omongin tadi" perintah tiara. Mereka semua ketakutan kecuali satu orang.
"Kalian cabe" ujarnya. Intan mau menghampiri cewek itu.
"Jangan dilawan, baru pertama kali masuk sekolah kalian itu" peringat levin
"Lo bisa diem gak sih? Bacot bener jadi orang" ketus intan.
Plak
"Ngomong apa lo barusan hah?!" Bentak intan sehabis menampar cewek itu. Cewek itu masih aja diam.
Plak
"Ngomong sekali lagi anjir!!" Teriak intan
"C-ca..be" ujarnya gugup dan terbata
"b*****t lo!" Maki nabila.
"Apa apaan ini hah?!" Teriak bu fatma marah.
"D-dia.. nampar saya bu" adu cewek itu dengan wajah sok sedih
"Dia duluan yang ngomongin saya" ujar tiara
"Coba kalo ibu dikatain cabe, apa yang bakal ibu lakukan?" Tanya intan
"Saya bakal tampar dia" ujarnya marah
"Nah, sama kayak saya. Saya nampar dia!" Teriak intan menunjuk cewek itu.
"STOP!!"
"DIAMOND! KALIAN DIHUKUM. DAN KAMU JUGA DIHUKUM!" Teriak robert membuat diamond mendesis.
"Om gak bisa gitu dong" protes mereka bertiga gak terima
"Terus mau kayak mana lagi? Kalian mau kayak mana?!" Tanyanya frsutasi
"Kirim kita ketempat bu ketua!" Jawab mereka bertiga kompak.
"Gak! Kalian tetap disini!" Tegas robert kemudian pergi.
Pletak
Pletak
Pletak
"Kalian bertiga baru pertama kali masuk udah buat masalah aja. Heran gua" ujar rebeca setelah menjitak intan, tiara dan nabila.
"Jangan heran kali. Tante juga kayak gitu kan dulu?" Sindir tiara, rebeca terkekeh
"Iya sih. Yaudah lah baik baik kalian disini" ujar rebeca terus pergi meninggalkan kelas yang masih cengo
"Bye tante!! Hati hati dijalan"teriak mereka betiga kompak dan tertawa
"Gua mau cabut, ikut gak lo?" Tanya intan sambil mengambil tas.
"Ikut" ujar mereka berdua.
***
"Kalian tau gak bu ketua kemana?" Tanya pak bos
"Amerika kayaknya" ujar mereka kompak
"Tempat siapa?" Tanya pak bos lagi
"Gak tau"
"Pak bos, boleh gak gua jitak lo? Greget gua sama lo. Lo orang yang udah buat bu ketua nunggu 5 jam, pengen gua pites rasanya" gereget intan
"Lo sentuh gua, siapin aja kuburan lo dulu" jawab pak bos tajam.
"Hehe.. peace pak bos"
"Pak bos beneran cinta gak sih sama bu ketua?" Selidik tiara
"Huft... iya" jawab pak bos malas. Kenapa mereka gak percaya banget sih kalo gua cinta sama bu ketua, pikir pak bos.
"Anjir.. yang mana sih namanya siti itu?" Celetuk intan membuat mereka menoleh keintan
"Tuh" tunjuk sam kepada seorang cewek yang sedang mengantri batagor.
"Gaya banget sih dia. Eh-- anjirr... dia ngegodain anak laki" kata tiara kaget
"Cabe!" Sentak nabila sambil mendekati siti.
"Ehem" dehem nabila membuat siti menoleh.
Apaan sih? Batin siti
"Lo siti?" Tanya nabila
"Iya, kenapa?" Jawabnya nantang
Wah songong nih batin nabila
"Lo tau kesalahan lo apa?"
"Enggak"
Plak
"Lo salah karena udah songong sama gua"
Plak
"Maksud lo apa jelek jelekin di ig? Nyari ribut lo!" Teriak nabila marah membuat siti diam
"Gu-gua gak ada mak-sud apa apa" jawabnya gugup
"Gak ada maksud tapi ngejelekin orang" sindir tiara
"Belagu banget sih lo" tambah intan sambil menjambak rambut siti
"Le-pas.. hiks" intan melepaskannya. Mereka bertiga meninggalkan kantin yang masih terdiam.
"Gua gak segan segan buat hidup lo menderita. Gara gara lo, hubungan gua jadi retak.. njir!" Teriak pak bos marah. Baru kali ini seorang brian semarah ini
"Maaf.. gu-gua gak tau"
"b******k" maki pak bos meninggalkan kantin yang masih hening. Mereka semua kaget, bahkan ada yang mulutnya menganga. Setelah mereka keluar kantin, siti menangis
"Hiks hiks.."
"Makanya jangan belagu lo jadi orang. Ksatria dilawan, ditambah diamond lagi. Sok banget lo" cibir kakak kelas
"Kalo gua jadi lo sih, pasti malu banget ya. Trending topic ini mah"
"Enak gak digituin? Makanya jangan asal judge aja. Liat liat orang kali" cibiran terus menghujat siti membuatnya tambah menangis
"Brian udah punya pacar?"
"Jadi beneran pak bos itu udah punya pacar?"
"Kayaknya brian cinta banget deh sama pacarnya"