Tujuh puluh lima "Mas Gabrian.." Jamima mengejutkan Gabrian yang baru saja keluar dari kamarnya lepas mandi dan berganti pakaian yang lebih sopan. "Apa sih? Minggir awas!!" "Mas tau ndak.." "Enggak tau!" "Kan aku yang minta bapak dan ibu datang." "Maksudnya?" "Memang Mas pikir mereka datang gitu aja?" "Ya terserah sih, mau elo suruh apa enggak. Tugas gue cuma nyambut mereka aja." "Udah?" "Ya udah! Memang apalagi." "Ehm, aku sih mau ada rencana." "Rencana?" "Ah, Mas ndak asik banget deh! Coba gitu Mas ketakutan kaya di sinetron-sinetron!" "Apa sih manusia ini aneh banget! Minggir awas!" "Aku minta ibu bapak kesini karena aku berniat menguak kebenaran tentang mbak Jelita!" cicitnya kemudian. Gabrian yang sudah hendak meninggalkan Jamima kini berbalik. "Maksud elo apa sih? E

