Dua puluh lima Gabrian membawa Jelita kembali ke rumah, dia paling tahu bahwa mak kost sangat alergi dengan makhluk bernama perempuan, apalagi jika perempuan muda seperti Jelita yang masuk ke rumah kostnya yang khusus Jejaka, seperti namanya kost Jejaka, memang hanya untuk jejaka saja. Tidak boleh ada sehelaipun rambut wanita di dalam sana. Kalau tidak, mak kost bisa ngamuk dan akan memangkas jatah makan mereka. Bagi Gabrian itu tidak masalah, tapi di sana banyak mahasiswa lain yang hidup bertahan dengan makanan dari rumah kost. Uang saku mereka tak cukup untuk makan diluar, itulah mengapa anak kost identik dengan mie instan. Hanya itu makanan murah merakyat yang bisa dibeli menggunakan uang kecil. Mereka sampai di rumah besar kediaman keluarga Wijaya, sang Papi entah sampai kapan akan

