Tiga puluh tiga Jamima merasa punya kesempatan untuk meminta tolong pada cowok ganteng itu, dia keliatan sangat kasar tapi Jamima akan tetap mencoba bicara dengannya. “Ma-maaf..” ucapnya takut-takut. Gabrian menoleh ke sampingnya, tak ada siapapun di sana selain dirinya. “Gue?” tanyanya sambil menunjuk hidung. “Iya, saya mau minta tolong.” “Tolong? Apaan?” tanyanya. “Saya ini baru sampai dari semarang, kehabisan uang..” ‘Wah, modus penipuan nih! Tau aja gue kaya!’ batin Gabrian siaga. “Saya mau nemuin Om saya di sini, tapi katanya udah pada pulang.” “Terus?” “Terus, saya kan enggak ada uang lagi.” “Mau minta uang?” “Bu-bukaaan! Saya Cuma mau pinjem hp buat telepon mbak saya, apa boleh?” tanya Jamima ragu-ragu. ‘Cih, penipuan baru ya! Dikasih uang enggak mau, malah minta handp

