Harga pada Argo

1301 Kata

Tiga puluh dua Beruntung baginya tak perlu menunggu lama, karena bus yang menuju Terminal Grogol itu akan segera berangkat. Jamima menelan ludah, agak ragu untuk melangkah ke arah Bus yang mesinnya sudah menyala itu. Hanya tinggal menunggu semua penumpang masuk dan kemudian akan keluar dari terminal. “Uangku tadi ada empat ratus dua puluh ribu, dua puluhnya sudah dipakai untuk ongkos angkot, beli air minum dan beli somay tadi pagi untuk sarapan. Tiket bus dua ratus lima puluh ribu, jadi cuma sisa seratus lima puluh ribu. Hems..” pikirannya Jamima melayang jauh. Apa yang akan dia perbuat dengan uang yang hanya tersisa sedikit itu. Bisakah uang itu membawanya ke rumah Ferdy yang dia sendiri tak tahu dimana tepatnya itu. Bisakan dia menapaki kota besar yang belum pernah dia datangi sebelu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN