Camer?

1936 Kata

Tujuh puluh empat Gabrian nampak salah tingkah di depan k dua orang tua Jelita. Di sisi lain dia merasa heran kenapa keduanya datang di tengah situasi yang belum kondusif ini. Bahkan tanpa mengabari dahulu. Atau mungkin sudah mengabari Papinya atau Jelita, namun dia tidak tau. Setelah mengalami dua orang yang baru kali pertama menginjakkan kaki di Jakarta itu, Gabrian pamit undur diri untuk berbenah diri. Mandi dan pakai baju yang lebih rapih guna lebih lanjut menyambut dua orang yang mungkin kelak akan benar-benar jadi mertuanya itu. Gabrian jadi kikuk. Dia cengar-cengir dan buru-buru pamit sebelum Pandi dan Nimas sempat bertanya tentang apakah dia adalah si tampan Gabrian yang rencananya akan dinikahkan dengan putri sulungnya, Jelita. Gabrian pergi setengah berlari. Kalau saja dia tau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN