Xavier Belerick

1209 Kata

"Boleh aku masuk?" tanya pria tampan dengan tubuh atletis dan postur tinggi menjulang tersebut. Azriya masih termenung memandang mata biru yang membuatnya terpaku, sorot teduh yang langsung membuat jantungnya berhenti berdetak. Azriya bahkan dapat merasakan detak nadinya terus berdenyut sampai ke ubun-ubun. "Hey! Kamu ... baik-baik saja 'kan?" Pria dengan hidung mancung itu kembali membuka suara saat Azriya tidak juga bergeming. "Ah, i-iya. Kamu mau cari Kak Andreas?" Pria tampan dengan balutan kemeja formal itu mengulas senyum manis. Sungguh! Saat ini Azriya hampir menangis kala melihat lagi senyum itu. Senyum yang beberapa tahun lalu mampu membuatnya bangkit dari keterpurukan lantaran ditinggal kedua orang tuanya, hingga menjadikannya bangkit sampai di titik ini. "Iya, aku ke sini m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN