"Pe-Pergi?" gumamnya dengan suara yang sangat lirih. Gavriel mendudukkan dirinya di sofa. Semua kekuatan yang ia pertahanan sejak tadi, tiba-tiba luruh bersama kabar yang sangat menohok jantungnya. Sesekali pandangannya menatap kepada Andreas, laki-laki dengan setelan formal itu tampak diam tanpa ekspresi berarti. "Aku mau ke rumah sakit, Gav. Kalau masih mau di sini, aku tidak akan melarang mu." "Azriya pergi ke mana, Kak?" tanyanya dengan tatapan nanar. "Ke suatu tempat yang jauh. Aku tidak akan memberitahukan kepadamu, tapi kalau kau ingin mencarinya ... silakan saja." Andreas meraih tas dan juga kunci mobil, pria itu sudah siap berangkat ke rumah sakit. "Tolong, Kak. Anak-anakku mencari Azriya," ucap Gavriel dengan memohon. Dalam hidupnya, baru kali ini Gavriel memohon kepada ses

