Keputusan Gavriel

1042 Kata

Azriya sedang tersenyum menatap layar ponselnya, wanita cantik itu bahkan sesekali mengusap cairan bening yang luruh tanpa permisi. Entah tangis bahagia, atau kesedihan. "Maafin Aunty, ya, Nak," gumamnya seraya mengusap layar ponsel yang menampilkan foto Austin dan Adolf. Sudah dua minggu ia menghabiskan hari-harinya di negara orang. Bohong kalau tidak ada rasa rindu, bahkan hatinya tidak jauh lebih baik dibandingkan saat berada di Mansion Erlando. "Aku kira, aku akan baik-baik saja setelah pergi dari sana. Aku kira, hidupku akan lebih bahagia dari sebelumnya. Tapi ternyata aku semakin merindukan Austin dan Adolf. Meraka baik-baik saja nggak, ya? Gimana dengan Mommy? Apakah beliau semakin merasa bebas karena nggak ada aku?" gumamnya. Azriya mematikan ponselnya lantaran Dosen sudah masu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN