Seminggu kemudian, Kanaya memindahkan usahanya ke rumah Rahagi. Dia bersyukur Mita tetap bersedia membantunya, dan bahkan berniat pindah tempat tinggal ke lokasi yang lebih dekat. Sehari setelah pindah, Kanaya menelefon Ardan meminta bertemu. Sore itu, Ardan datang menemui di apartemennya. Lelaki itu tampak jelas menahan kecewa ketika Kanaya menyerahkan kuncinya kembali. “Kenapa?” tanyanya sambil menatap Kanaya gelisah. “Aku kembalikan,” jawab Kanaya. “Ya, kenapa kamu kembalikan?” “Aku sudah pindah.” “Pindah kemana? Kenapa nggak ngomong ke aku sebelumnya?” tanya Ardan gusar. Reaksi Ardan menyulut rasa tidak nyaman di diri Kanaya. “Ke Jatibening.” “Kenapa pindah ke sana?” “Di sana aku punya space luas untuk tempat masak. ” “Gimana caranya kamu bisa pindah ke sana?” Hati Kana

