Hadiah

1304 Kata

Dewa memandangi Kanaya dengan pandangan detail, seperti sedang meneliti dirinya. “Betul sih, Gi. Yang harus ditanya memang Kanaya ini, mau nggak sama manusia macam kau ini!” Dewa tergelak. Kanaya berubah risih. Dia tidak bisa santai menanggapi gurauan Dewa. “Sudah, jangan dipikirin ya, Kanaya! Aku cuma bercanda. Kamu harus terbiasa dengan candaan kami. Sejak SMP kami sudah kenal dan berteman. Kalau kamu mau tahu aib-aibnya, tanya ke aku!” Dewa kembali tertawa. Rahagi turut tertawa, dengan mata yang terus berfokus pada Kanaya, mengukur tingkat kenyamanan gadis ini berada dekat Dewa. Tatapan Rahagi membuat Kanaya kehilangan sedikit keseimbangan. Dia yang biasanya berani menatap balik dan kadang menantang, jadi mudah jengah menundukkan pandangannya. “Kanaya, Aku bukannya mau ganggu k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN