Keesokan harinya, Kanaya mendapatkan kejutan dari Sabrina. Kakaknya mengantarkan sebuah boks kontainer besar berisi peralatan dapurnya. Ditambah lagi dengan oven listrik baru dan Stand Mixer yang diidamkannya. Hadiah perpisahan katanya. Tak terkira rasa terima kasih dan syukur Kanaya. Meskipun dia bingung sendiri bagaimana membalas kebaikan Sabrina. Akhirnya, dia membuatkan marmer butter cake yang merupakan resep almarhum ibunya yang masih diingatnya. Lalu, mengirimkannya kepada Sabrina. Mulai saat itu, Kanaya memutuskan menyibukkan diri dengan usahanya. Dia mengenyampingkan rasa tidak nyamannya jika teringat Rahagi. Juga rindunya pada Alana. Sementara, di menara yang lain, Rahagi mulai pening dan kewalahan dengan nyinyiran ibunya dan persiapan Alana memulai sekolah baru. Marina sama se

