Bohong

1408 Kata

Seandainya waktu bisa disetel ulang, ingin Kanaya kembali ke masa sepuluh menit yang lalu. Dia akan menolak kehendak Nendra yang setengah memaksanya turun dari mobil dan mengikutinya ke titik dia berdiri kini. Tapi, waktu tidak pernah melangkah mundur. Waktu terus maju ke depan menyertakan sesal atas kesalahan pilihan atau kelengahan. Alam sekitarnya serasa mengambang. Dia menyaksikan dan mendengar samar langkah Nendra yang penuh percaya diri menghampiri lelaki itu, tersenyum memperkenalkan diri, dan mengulang lagi niat kedatangannya. Namun, fokus inderanya tertuju pada sosok di depannya. Kanaya mencoba berbalik, berlari dan menjauh. Tapi, mata lelaki itu seperti menghipnotisnya. Kakinya terpaku. Tubuhnya gemetar kala lelaki itu berjalan pelan mendekat. Bibirnya begetar, dan dadanya ses

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN