Menjauh

1529 Kata

Alana datang menyeruak mengeluh mengantuk. Malam itu pun berakhir mengambang. Kanaya tidak berani mengungkapkan kebimbangannya, dan Rahagi juga tak mau mendesak penjelasan lebih jauh. Dia lebih memilih memfokuskan energinya pada Alana, persidangan hak asuh dan pekerjaannya. Seminggu berikutnya, keduanya mencoba tetap berinteraksi seperti biasa. Tiap hari, Rahagi menitipkan Alana sepulangnya dari sekolah. Malamnya, dia menjemput kembali anak itu. Sapaan dan senyuman tetap saling diberikan. Tapi, percakapan hangat hampir tidak terjadi. Dengan alasan lelah dan sudah terlalu malam, Rahagi tidak berlama-lama menjumpai Kanaya. Kanaya sendiri, biarpun ingin sekali bercerita berbagi tentang kesehariannya, enggan menahan Rahagi untuk tidak cepat pergi. Akhir pekan, Rahagi tidak muncul mengu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN