Kebimbangan

1229 Kata

Rahagi tahu Kanaya tak suka dengan larangannya. Dia bisa merasakan sikap gadis itu yang langsung berbeda kepadanya. Belum lagi pancaran mata kesal dan rengutan bibirnya yang sama sekali tidak ditutupinya. “Kok marah dicemburuin? “Kan artinya disayang?” Rahagi tersenyum mencandai, mencoba melunakkan hati Kanaya. “Sayang apa? Omongan kayak gitu cuma keluar dari orang yang posesif! Nyebelin tahu nggak!” gerutu Kanaya. “Biarin!” Rahagi tersenyum tidak peduli. “Kakak nggak percaya sama aku?” tanya Kanaya “Bukannya aku nggak percaya!” elak Rahagi. “Terus apa?” tanya Kanaya penasaran bercampur kesal. Mulut Rahagi merapat. Dia bingung bagaimana menjawab. Matanya hanya bisa menatap Kanaya dalam. “Kenapa sih, kok kayak nggak pengen aku maju? Kakak ‘kan tahu aku kepengen punya restoran?” K

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN