Terlangkahi

1121 Kata

Rahagi mendadak mengulur waktu untuk mengantar Kanaya. Cukup lama, hingga tiga jam. Kanaya cemberut ketika akhirnya dia menjumpai lelaki itu di parkiran basement gedung apartemen. Dia kesal karena hari telah terlalu siang baginya. Rahagi membukakan pintu sisi kiri mobil abu-abunya untuk Kanaya. Dia sengaja berlaku sangat santun agar gadis itu tidak marah. Kanaya sedikit tersanjung. Tapi, rasa jengkelnya tak langsung meluntur. “Kalau tahu lama, tadi aku jalan duluan sendiri,” ucap Kanaya setengah merajuk sambil mengenakan sabuk pengaman. “Maaf, aku tadi mendadak kedatangan tamu.” Rahagi meminta permakluman. Kanaya duduk diam, menatap ke depan. “Siapa?” tanya Kanaya, yang cepat kemudian cepat disesali. Buat apa dia menanyakan hal itu? “Klienku.” Rahagi menjawab singkat. “Maaf aku t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN