Episode 23-Abra yang Terbuang

2092 Kata

Sehari penuh, Abra hanya terbaring di atas ranjangnya. Kepalanya terasa sangat pusing. Bukan hanya karena masalah, melainkan tidak tidur sama sekali tadi malam. Beruntung, matanya bersedia terpejam sampai siang ini. Ya, pria itu akhirnya membuka mata setelah sebelumnya ketiduran. Abra menekan kening, seiring dibangunkannya tubuhnya. Tenggorokan pria itu terasa kering, mau tidak mau ia bergegas turun dari ranjang. Menuju dapur di mana minuman berada menjadi rencana tunggalnya. Langkah Abra terayun gontai, seperti tidak ada semangat hidup sama sekali. Rasanya, hidupnya benar-benar hambar. Abra menghela napas dalam, sembari mendudukkan dirinya pada sebuah kursi, sesaat setelah mengambil sebotol air mineral dari kulkas. Detik berikutnya, ia menyesap air itu. Sementara matanya sibuk menatap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN