Suara di restoran beberapa saat yang lalu, masih saja membuat Abra gusar sekaligus bertanya-tanya. Perihal siapa pemiliknya dan apakah milik Fara? Jika benar milik Fara, dengan siapa wanita yang masih Abra cintai itu bersinggah ke restoran mewah? Namun, tidak ada jawaban pasti atas semua pertanyaan yang muncul di benak Abra. Tidak ada sosok Fara setelah Abra mencoba mencari lagi demi memastikan, siang tadi. Dari semua wajah pengunjung yang ada di sana, hanyalah orang-orang asing yang tidak ia kenal sama sekali. “Gue berharap bukan Fara dan misal Fara, gue harap dia sama teman ceweknya,” ucap Abra. Kendati, hatinya masih saja dibuat penasaran. “Mm ....” Abra menggosok bibirnya sendiri. “Enggak, enggak, mungkin suaranya doang yang mirip. Dan enggak mungkin Fara dekat sama cowok lain, sed

