Sony terdiam sembari menatap tumpukan berkas dengan gusar. Tak lama kemudian, ia menilik waktu pada jam tangannya. Lantas, pria itu menelan saliva. Kurang satu jam lagi sampai di penghujung jam kerja alias waktu pulang. Perasaan Sony semakin gusar, tatkala mengingat bahwa seharusnya tumpukan berkas itu diberikan pada Fara Abela, agar dikerjakan oleh wanita bermata bulat nan jernih itu. Bagaimana mungkin Sony setega itu pada Fara? Terlebih, wanita itu merupakan seseorang dengan tipikal pekerja keras. Fara akan tetap mengerjakan semua tugas meski jam makan siang sudah tiba sekaligus waktu pulang, sampai pekerjaannya benar-benar selesai. Ya, Sony sedang tidak menginginkan itu dilakukan oleh Fara. Keadaan hati Fara yang belum sembuh secara sempurna membuat pria itu enggan menambah beban, me

